Binkarsital ASN Kemenag

Drs. H. Taufik, M.M. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Blitar

“Blitar kondusif berkat Kementerian Agama” demikian apresiasi positif Kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Timur untuk Kementerian Agama Kabupaten Blitar.

Tentu apresiasi ini tidak muncul tiba-tiba, namun karena sinergi yang positif antara pemerintah Kabupten Blitar dengan Kementeria Agama. Salah satunya program pembinaan Kemenag kepada seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) yang dilakukan oleh Kemenag Kabupaten Blitar.

Program pembinaan tersebut seperti  Binkarsital (Pembinaan Karier, Prestasi, dan Mental) ASN Kemenag Kabupaten Blitar pada Selasa, 10 Mei 2021 yang diadakan di Aula MTsN 2 Blitar. Pembinaan ini di ikuti oleh 124 Aparatur Sipil Negara, yang terdiri atas kepala MIN, MTsN, MAN, KUA, penyuluh dan pengawas di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Blitar.

Melalui tema ‘Semangat Kerukunan Berbangsa dan Bernegara’, Kepala Kemenag, Drs. H. Taufik, M.M menyampaikan, tiga hal penting yang harus perhatikan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh ASN, yaitu:

  • Senantiasa menjaga toleransi beragama.

Toleransi merupakan sikap saling menghormati dan menghargai antar penganut agama lain. Seperti tidak memaksa orang lain untuk memeluk agama kita, tidak menghina atau mencela cara agama lain dalam beribadah, dan tidak mengganggu penganut agama lain saat melakukan ibadah.

Cara menghormati pemeluk agama, Kepala Kemenag Kabupaten Blitar ini memberi contoh bagaimana Rosululloh SAW sangat menghargai pemeluk agama lain, yaitu pada suatu waktu dalam perjalanan, harus menghentikan rombongan, karena ada umat beragama lain sedang melaksanakan upacara keagamaan dan takut mengganggu kegiatan ibadahnya.

Beliau juga memberi contoh tokoh Islam Kyai H. Mustofa Bisri atau lebih akrab dipanggil Gus Mus. Ulama agama sekaligus seniman ini sangat menghargai pemeluk non muslim. Suatu hari Gus Mus diminta untuk berdoa di tempat orang Cina, dann Gus Mus tetap mengiyakan, dengan cara Islam, namun tanpa membuat keluarga Cina tidak merasa tersinggung.

Sebagai ASN harus selalu menjujung tinggi sikap toleransi kepada umat beragama lain, yaitu senantiasa menghargai pemikiran orang lain, saling tolong menolong antar sesama tanpa memandang suku, ras, agama atau golongan.

Suasana pembinan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Blitar
  • Senang berbagi kepada orang yang membutuhkan

Sebagai ASN tentu sebuah berkah yang harus disyukuri, salah satu cara bersyukur yaitu dengan cara berbagi kepada orang lain yang membutuhkan. Hal ini bisa kita teladani dari sosok Sayyidina Ali yang hidup serba kekurangan, karena sebagian hartanya diberikan kepada fakir miskin. Bahkan pernah suatu hari Rosulullah mendapati Sayyidina Ali dan keluargannya sedang makan dengan makanan yang hampir basi, hal ini karena seluruh makanan sudah diberikan oleh fakir miskin

Senang berbagi ini tidak harus dengan harta, namun bisa berbagai cara, sesuai dengan kondisi dan kemampuan kita. Bagi yang diberi kelebihan harta maka bisa berbagi dengan harta. Bagi yang mempunyai tenaga dan pemikirian bisa membantu dengan pendapat atau tenaga. Berbagi dengan kebaikan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, karena kebaikan sekecil apa pun pasti akan mendapat pahala yang setimpal

  • Tidak mudah berburuk sangka kepada siapa pun

Sebagai ASN harus selalu berpikir positif kepada siapapun, kepada teman kerja, tetangga bahka kepada pimpinannya. Karena buruk sangka ini sangat berhubungan dengan ghibah, dan ghibah ini biasanya di dalamnya membicarakan keburukan orang lain.  Tentu saja sebagai ASN harus menepis sikap buruk tersebut, agar senantiasa terjaga suasana harmonis di lingkungan kerja.

Melalui pembinaan secara rutin dari Kementerian Agama ini diharapkan bisa terus membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja, prestasi dan mental pegawai. Selain itu,  semoga seluruh ASN dapat menjalankan tugas dan fungsiunya secara optimal, mentaati segala peraturan yang berlaku dan menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara. Amin. (Enik Rusmiati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *