Hari Guru, Wujudkan Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju

Usaha MTsN 2 Blitar dalam mewujudkan madrasah hebat bertabat semakin hari semakin menunjukkan geliatnya. Seperti hari ini, Rabu, 25 November 2020 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI yang ke-75, madrasah adiwiyata ini menggelar dua rangkaian kegiatan sekaligus. Yaitu peringatan HUT PGRI yang jatuh pada 25 November serta Hari Cinta Pusta dan Satwa Nasional (HCPSN) 5 November 2020.
Dengan tema, “Kretivitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju”, kegiatan ini diawali dengan melaksanakan upacara bendera di halaman madrasah. Karena hari ini hari Guru Nasional, maka semua petugas adalah guru-guru. Sedangkan Pembina upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar, Bapak Drs, Taufik, M.M. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tidak ada orang sukses tanpa peran serta orang tua, tanpa berbakti kepada orang tua dan tanpa orang hebat yang disebut orang tua.
Menurut bapak nomor satu di wilayah Kementerian Agama Kabupaten Blitar ini, yang dimaksud orang tua ini ada tiga pengertian. Pertama, orang tua sebagai penyebab kelahiran; Kedua, orang tua yang telah merawat kita dari kecil, mungkin disebabkan orang tua yang melahirkan meninggal atau pergi karena suatu hal. Ketiga, orang tua yang telah memberikan ilmunya kepada kita. Nah yang ketiga inilah yang disebut sebagai guru.
Seorang anak bila ingin sukses dunia akhirat haruslah menghormati dan berbakti kepada orang tua. Beliau mencontohkan kisah Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dalam hal penghormatan kepada guru. Beliau satu-satunya sahabat Rosulullah yang dijuluki babul ilmi atau pintu ilmu pengetahuan. Keluasan ilmu Sayyidina Ali juga profilnya sebagai kholifah dan menantu Nabi Muhammad SAW, tidak menjadikannya sombong dan congkak. Justru ketinggian ilmu yang dimiliki itu menunjukkan kerendahan hati beliau.
Ibarat padi, semakin tambah berisi ia semakin tambah merunduk. Ini terbukti dalam perkataannya mengenai baktinya pada seorang guru, “Aku adalah hamba/abdi dari siapapun yang mengajariku walaupun hanya satu huruf. Aku akan pasrah kepadanya. Entah aku mau dijual, dimerdekakkan atau tetap sebagai seorang hamba.”
Untuk itu sebagai seorang siswa, sudah seharusnya kita mendoakan guru-guru kita, mendoakan keluarganya dan jangan lupa mendoakan madrasah yang telah memberi pelayanan ilmu kepada siswa.
Setelah pembinaan upacara, dengan diiringi lagu Hymne Guru, Terima Kasih Guruku dan Sykur, bapak Kepala MTsN 2 Blitar memberikan pengalungan bunga kepada bapak Kepala Kemenag, yang diikuti pemberian bunga mawar dari siswa kepada semua guru.
Kegiatan berikutnya, setelah upacara dilanjutlkan penanaman bunga mawar oleh semua guru dan karyawan. Bunga mawar ini adalah Maskot MTsN 2 Blitar, akronim dari Madrasah Adiwiyata, Asri dan Ramah Lingkungan. Melalui mawar yang tumbuh di setiap sudut dan halaman madrasah ini akan senantiasa mengingatkan warga madrasah untuk selalu mencintai dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Setelah penanaman bunga mawar, dilanjutkan dengan penebaran benih ikan di kolam satu dan dua. Budi daya ikan ini sebagai bentuk cinta warga madrasah terhadap satwa. Diharapkan nantiya budidaya ikan ini bisa dijadikan sarana pembelajaran siswa.
Kegiatan yang terakhir dalam rangkaian hari ini adalah pembinaan terhadap guru dan karyawan oleh bapak Kepala Kemenag Kabupaten Blitar. Ada tujuh pesan penting yang harus dilaksanakan oleh seorang guru, agar ilmunya bermanfaat bagi anak didik. Pertama, seorang guru harus ihlas memberikan ilmunya. Kedua, harus menguasai ilmu pengetahuan yang akan diajarkanya. Jangan sampai seorang guru tidak bisa menjawab pertanyaan siswa, mengingat saat ini dunia IT sudah meyajikan sarana untuk mengakses segala ilmu.
Ketiga, mendoakan siswa pada sepertiga malam. Keempat, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran. Kelima, ajarkan siswa untuk mencintai Al Quran dengan membudayakan membacanya setiap hari. Keenam, bimbing siswa untuk menjadi generasi Islam yang moderat, bukan ekstrim apalagi radikal. Ketujuh, didik siswa untuk agar mempunyai wawasan kebangsaan yang benar. karena anak didik lah yang nantinya menjadi gawang negeri Indonesia ini dengan tugas yang berat yaitu menjaga NKRI dari kelompok yang ingin menghacurkan negeri ini.

Blitar 25 November 2020

Enik Rusmiati, S.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *