Monitoring Evaluasi dan Pendampingan Penyelenggaraan SKS Pada Madrasah di Blitar dan Tulungagung

Kamis, 03 Februari 2022 ~ Oleh Rosida Luthfiana, S.Pd  

Kegiatan Monitoring Evaluasi dan Pendampingan Penyelenggaraan SKS (Sistem Kredit Semester) terhadap madrasah SKS di wilayah Blitar dan Tulungagung  yang bertempat di MAN 1 Tulungagung  pada hari Rabu, 2 Februari 2022 berjalan  dengan sukses dan lancar. 

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan supervisi yang diagendakan oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI dalam rangka penjaminan mutu dan pendampingan terhadap permasalahan yang dialami oleh madrasah penyelenggara SKS. Ada 6 Madrasah yang menjadi sasaran monev di wilayah Bli-Tung hari itu, yaitu MTsN 1 Blitar, MTsN 2 Blitar, MAN 1 Blitar,  MAN 1 Tulungagung, MAN 2 Tulungagung, dan MAN 3 Tulungagung.

Kegiatan ini dihadiri oleh  Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd., Mujahid, M.M.Pd., dari Direktorat KSKK, Abid Nur Ismail, S.Psi, M. Nazar Rosadi, S.Kom dari Kanwil Jawa Timur, sedangkan perwakilan dari 6 madrasah sasaran monev yang hadir adalah para kepala madrasah, waka kurikulum, TIM SKS serta operator madarasah.

Acara tersebut dimulai pukul 08.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan evaluasi kondisi real penyelenggaran SKS dari masing-masing madrasah melalui tindak lanjut pengisian kuisioner yang dilakukan oleh beberapa  siswa dan guru dari madrasah tersebut, di lanjutkan dengan pembinaan dan pengarahan serta tanya jawab bagaimana teknis penyelenggaran SKS yang benar di madarasah. 

Dalam pembinaannya bapak Ahmad menyampaikan, perlu adanya pembenahan-pembenahan dari berbagai aspek dalam penyelenggaraan SKS di madrasah. Pembenahan tersebut antara lain, perlu adanya penanaman mandiri siswa dalam menentukan rencana belajar agar siswa mampu bertanggung jawab dan berani menentukan rencana kegiatan belajarnya sendiri. Tentunya kegiatan ini dengan didampingi pendamping akademik (PA) masing-masing.

Pembenahan berikutnya, dalam kegiatan proses pembelajaran siswa yang heterogen, perlu adanya perbaikan baik dalam layanan dan metode pembelajaran tanpa membedakan proses kegiatan KBM-nya dengan tetap menerapkan proses belajar  yang berkelanjutan. Dengan siswa belajar mandiri dan guru sebagai fasilitator, maka akan terlihat perbedaan individu siswa yang perlu layanan yang berbeda pula.

Selanjutnya didalam UKBM pun perlu adanya pembenahan dalam hal kegiatan pembelajaran, yaitu dengan menampilkan  stimulus terlebih dahulu untuk menyelesaikan kasus yang di munculkan. Serta banyak lagi pesan dari bapak Ahmad mengenai hal ini.

Lebih lanjut beliau menegaskan tentang adanya kurikulum baru, di bawah naungan payung hukum Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 183 dan 184, madrasah diberi fleksibilitas dalam mengembangkan potensi dan memodifikasi kurikulum sesuai kondisi madrasah oleh karena itu sebagai ujung tombak dari pendidikan di negara ini harus selalu respons terhadap perubahan. Baik perubahan kurikulum maupun revolusi pembelajaran nya. Untuk mewujudkan siswa mandiri berprestasi, usahanya melalui kegiatan pembelajaran yang fleksibel, tidak rutin/ terstruktur dan lebih berpusat pada siswa.

Terakhir beliau mengajak kepada kita semua untuk taubatan nasuha terhadap ketidak sesuaian dalam penyelenggaran SKS di madrasah untuk menuju madrasah SKS yang mandiri dan berprestasi. (Rosi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *