Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Usia Sekolah

Peserta Sosialisasi Pendidikan Usia Sekolah beserta Narasumber dari Puskesmas Talun dan ibu guru petugas UKS MTsN 2 Blitar

Anak-anak merupakan masa depan bangsa. Suatu bangsa yang kuat bergantung pada generasi mudanya. Maka dari itu salah satu kunci agar anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi berkualitas harus dipastikan akses edukasi kesehatan dan nutrisi yang dibutuhkan tubuh terpenuhi.

Sebuah ungkapan dari bahasa latin men sana in corpore sano,  di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, MTsN 2 Blitar bekerja sama dengan UPT Puskesmas Kecamatan Talun mengadakan kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Usia Sekolah pada Rabu, (12/11/2022) di Aula MTsN 2 Blitar.

Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah ibu Sri Rejeki H (Kesehatan Reproduksi Remaja), bu April (Ahli Gizi), bu Winda (Promkes UPT Puskesmas Talun), dan bu Nuning (Lingkungan). Ada 60 peserta sosialisasi ini merupakan siswa-siswi MTsN 2 Blitar yang terpilih sebagai perwakilan setiap kelas, serta ibu guru petugas UKS.

Ibu Sri Rejeki H saat menyampaikan materi

Materi pertama oleh bu Sri Rejeki H menjelaskan kesehatan reproduksi remaja, perilaku beresiko tinggi mengenai pubertas, serta pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi akan membantu remaja untuk memiliki informasi yang akurat menyangkut tubuh serta aspek reproduksi dan seksual secara akurat, memiliki nilai-nilai yang positif dalam memandang tubuh serta aspek reproduksi serta memiliki keterampilan untuk melidungi diri dari risiko reproduksi dan kemampuan memperjuangkan hak-hak remaja untuk sehat.

Tidak hanya masalah reproduksi saja yang harus dipahami remaja, namun seorang remaja perlu megetahui tentang nutrisi gizi yang dibutuhkan tubuh. Menurut ibu April, gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Terutama para remaja yang sering terkena anemia.

Selanjutnya sebagai remaja, siswa wajib mengetahui 7 gerakan masyarakat (germas) dan menjadikan gaya hidup sehari-hari. Yaitu, melakukan aktvitas fisik, budaya konsumsi buah dan sayur, tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman al kohol, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, menjaga kebersihan berkala dan menggunakan jamban.

Siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan

Materi terakhir disampaikan oleh ibu Winda, sebagai bagian dari promosi kesehatan (promkes) beliau mengajak bermain game bersama sama tentang manfaat zat besi dalam tubuh. Siswa menjadi zat besi lalu mengambil kertas (perumpamaan oksigen) yang sudah digulung dan dibawa ke siswa yang paling belakang dan itu dilakukan secara terus menerus. Yang paling banyak zat besi maka semakin cepat mengangkut oksigen ke dalam tubuh.

Tentu kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa, seperti yang disampaikan oleh Aelicia Rahayu, ‚ÄúDengan mengikuti kegiatan ini, kita jadi lebih tahu tentang reproduksi remaja, zat gizi, zat besi, terus cara hidup di lingkungan yang bersih dan sehat,” jelasnya. (Nadhila Levina/ER)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *